Kamis, 19 Oktober 2017

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFROMASI

COBIT


1.      PENGERTIAN COBIT
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010). COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional.
COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.

2.      SEJARAH COBIT
COBIT pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, kemudian edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Kemudian COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007 dan saat ini COBIT yang terakhir dirilis adalah COBIT 5.0 yang dirilis pada tahun 2012.
COBIT merupakan kombinasi dari prinsip-prinsip yang telah ditanamkan yang dilengkapi dengan balance scorecard dan dapat digunakan sebagai acuan model (seperti COSO) dan disejajarkan dengan standar industri, seperti ITIL, CMM, BS779, ISO 9000.

3.      KRITERIA INFORMASI BERDASARKAN COBIT
Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
·   Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
·      Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
·     Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
·   Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.
·   Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
·      Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
·    Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.


4.      CAKUPAN DOMAIN COBIT


1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and organise)
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

2. Pengadaan dan implementasi (Acquirwand implement)
identifikasi solusi TI dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis untuk mewujudkan strategi TI. 

3. Pengantaran dan dukungan (Deliver and Support)
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.

4. Pengawasan dan evaluasi (Monitor and Evaluate)
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.   

5.      MANFAAT DAN PENGGUNA COBIT
Secara manajerial target pengguna COBIT dan manfaatnya adalah :
·         Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.
·         Manajemen
-          Untuk mengambil keputusan investasi TI.
-          Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
-          Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.
·         Pengguna
Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.
·         Auditors
-          Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
-          Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.
Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi, COBIT memiliki karakteristik :
-          Business-focused
-          Process-oriented
-          Controls-based
-          Measurement-driven
COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam 4 buah domain proses, meliputi :

1)      Planning & Organization.
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI   dengan strategi perusahaan, mencakup masalah strategi, taktik dan identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula. Domain ini mencakup :
-          PO1 – Menentukan rencana strategis
-          PO2 – Menentukan arsitektur informasi
-          PO3 – Menentukan arah teknologi
-          PO4 – Menentukan proses TI, organisasi dan hubungannya
-          PO5 – Mengelola investasi TI
-          PO6 – Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
-          PO7 – Mengelola sumber daya manusia
-          PO8 – Mengelola kualitas
-          PO9 – Menilai dan mengelola resiko TI
-          PO10 – Mengelola proyek

2)      Acquisition & Implementation.
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi IT dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi untuk mewujudkan strategi TI, juga meliputi perubahan dan maintenance yang dibutuhkan sistem yang sedang berjalan untuk memastikan daur hidup sistem tersebut tetap terjaga. Domain ini meliputi:
-          AI1 – Mengidentifikasi solusi yang dapat diotomatisasi.
-          AI2 – Mendapatkan dan maintenance software aplikasi.
-          AI3 – Mendapatkan dan maintenance infrastuktur teknologi
-          AI4 – Mengaktifkan operasi dan penggunaan
-          AI5 – Pengadaan sumber daya IT.
-          AI6 – Mengelola perubahan
-          AI7 – Instalasi dan akreditasi solusi dan perubahan.

3)      Delivery & Support.
Domain ini mencakup proses pemenuhan layanan IT, keamanan sistem, kontinyuitas layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan pemenuhan proses data yang sedang berjalan. Domain ini meliputi :
-          DS1 – Menentukan dan mengelola tingkat layanan.
-          DS2 – Mengelola layanan dari pihak ketiga
-          DS3 – Mengelola performa dan kapasitas.
-          DS4 – Menjamin layanan yang berkelanjutan
-          DS5 – Menjamin keamanan sistem.
-          DS6 – Mengidentifikasi dan mengalokasikan dana.
-          DS7 – Mendidik dan melatih pengguna
-          DS8 – Mengelola service desk dan insiden.
-          DS9 – Mengelola konfigurasi.
-          DS10 – Mengelola permasalahan.
-          DS11 – Mengelola data
-          DS12 – Mengelola lingkungan fisik
-          DS13 – Mengelola operasi.

4)      Monitoring and Evaluation.
Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam organisasi, pemeriksaan intern dan ekstern dan jaminan independent dari proses pemeriksaan yang dilakukan. Domain ini meliputi:
-          ME1 – Mengawasi dan mengevaluasi performansi TI.
-          ME2 – Mengevaluasi dan mengawasi kontrol internal
-          ME3 – Menjamin kesesuaian dengan kebutuhan eksternal.
-          ME4 – Menyediakan IT Governance.


Kelebihan COBIT
  •      Efektif dan Efisien
  •      Berhubungan dengan informasi yang relevan dan berkenaan dengan proses bisnis, dan sebaik     mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten, dan berguna.
  •      Rahasia
  •      Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung jawab.
  •    Integritas
  •      Berhubungan dengan ketepatan dan kelengkapan dari sebuah informasi.
  •      Ketersediaan
  •     Berhubungan dengan tersedianya informasi ketika dibutuhkan oleh proses bisnis sekarang dan masa depan.
  •     Kepatuhan Nyata
  •     Berhubungan dengan penyediaan informasi yang sesuai untuk manajemen.


Kekurangan COBIT
  • COBIT hanya memberikan panduan kendali dan tidak memberikan panduan implementasi operasional.  Dalam memenuhi kebutuhan COBIT dalam lingkungan operasional, maka perlu diadopsi berbagai framework tata kelola operasional seperti ITIL (The Information Technology Infrastructure Library) yang merupakan sebuah kerangka pengelolaan layanan TI yang terbagi ke dalam proses dan fungsi.
  • Kerumitan penerapan.  Apakah semua control objective dan detailed control objective harus diadopsi, ataukah hanya sebagian saja? Bagaimana memilihnya?
  • COBIT hanya berfokus pada kendali dan pengukuran.
  • COBIT kurang dalam memberikan panduan keamanan namun memberikan wawasan umum atas proses TI pada organisasi daripada ITIL misalnya.

6.      VERSI COBIT
• Versi 1
• Versi 2
• Versi 3.0
• Versi 4.0
• Versi 4.1
• Versi 5

COBIT 4 DAN COBIT 5
COBIT 4.0
Cobit 4.0 memberikan fokus bisnis yang cukup kuat untuk mengatasi tanggung jawab para direktur dan pegawai. Cobit 4.0 menandai pembaharuan pertama dari isi cobit sejak dirilisnya edisi cobit ketiga di tahun 2000. Edisi pertama diterbitkan di tahun 1994. Studi kasus pelaksanaan Cobit di organisasi interasional utama misalnya Unisys, Sun microsystems dan DPR Amerika juga terdapat di cobit case studies.
“Cobit 4.0 tidak kelihatan seperti sebuah buku akademik. Ada materi yang cukup berguna pada setiap halaman”, ujar Christoper Fox, ACA. “Cobit 4.0 mampu menjadi sebuah dokumen yang sangat bermanfaat”. Cobit 4.0 juga mencakup bimbingan bagi para direktur dan semua level manajemen dan terdiri dari empat seksi :
-          Gambaran luas mengenai eksekutif
-          Kerangka Kerja
-          Isi utama (tujuan pengendalian, petunjuk manajemen dan model kedewasaan)
-          Appendiks (pemetaan, ajuan silang dan daftar kata-kata)

Fungsi lainnya :
  • Menganalisa bagaimana tujuan pengendalian dapat dipetakan ke dalam lima wilayah penentuan IT agar dapat mengidentifikasi gap potensial.
  • Menyesuaikan dan memetakan cobit ke standar yang lain (ITIL, CMM, COSO, PMBOK, ISF dan ISO 17799)
  •  Mengklarifikasikan indikator tujuan utama (KGI) dan indikator hubungan kinerja utama (KPI), dengan mengenal bagaimana KPI dapat bergerak mencapai KGI.
  • Menghubungkan tujuan bisnis, IT dan proses IT (penelitian mendalam di delapan industri dengan pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana proses Cobit mendukung tercapainya tujuan IT spesifik dan dengan perluasan, tujuan bisnis).

Cobit 4.0 bisa menggantikan komponen edisi ketiga yang menyangkut ringkasan eksekutif, kerangka kerja, tujuan pengontrolan dan petunjuk manajemen. Pekerjaan sedang dilakukan agar bisa mengatasi petunjuk audit.

COBIT 4.1
COBIT versi 4.1 adalah model standarpengelolaan IT yang telah mendapatkanpengakuan secara luas, dikembangkan olehInformation Technology Governance Institute(ITGI) dari Information System Audit andControl Association (ISACA).
Menurut IT Governance Institute, 2007,menyatakan bahwa pada versi 4.1 ini diuraikan good practices, domain-domain dan proses kerangka kerja (framework) TI yang ada.

COBIT 5
COBIT 5 adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan manajemen perusahaan IT (IT gevornance framework), dan juga kumpulan alat yang mendukung para manager untuk menjembatani jarak (gap) antara kebutuhan yang dikendalikan (control requirments), masalah teknis (technical issues) dan resiko bisnis (business risk). COBIT 5 adalah evolusi dari framework sebelumnya yakni, COBIT 4.1 yang ditambah dengan Val IT 2.0 dan Risk IT. COBIT 5 didasarkan pada lima prinsip utama untuk tata kelola dan manajemen perusahaan TI.
-          Prinsip 1
Pemenuhan Kebutuhan Stakeholder Setiap perusahaan mempunyai visi dan misi yang berbeda
-          Prinsip 2
Meliputi Enterprise End-to-End Menganggap semua tata kelola dan manajemen TI enabler untuk perusahaan
-          Prinsip 3
Menerapkan Singel Framework yangTerpaduCOBIT 5 dapat menyesuaikan dengan tatakelola dan manajemen TI pada perusahan
-          Prinsip 4
Mengaktifkan Pendekatan HolistikCOBIT 5 mendefinisikan satu set enabler untukmendukung pelaksanaan tata kelola yangkomprehensif dan sistem manajemen TI untukperusahaan
-          Prinsip 5
Memisahkan Tata Kelola dari Manajemen Kerangka COBIT 5 membuat perbedaan yang jelasantara tata kelola dan manajemen. Tata kelola pada sebagian besar perusahaan merupakan tanggung jawab dari dewan direksi yang dipimpin oleh pemilik Manajemen merupakan tanggung jawab semua manajer eksekutif yang dipimpin oleh direkturoperasional dalam menjalankan operasional kerja.

Perbedaan COBIT 4.1 dengan COBIT 5
-        Prinsip baru dalam tata kelola TI untukorganisasi, Governance of Enterprise IT (GEIT).
-     COBIT 5 memberi penekanan lebih kepada Enabler.Walaupun sebenarnya COBIT 4.1 juga menyebutkan adanyaenabler-enabler, hanya saja COBIT 4.1 tidak menyebutnyadengan enabler. Sementara COBIT 5 menyebutkan secaraspesifik ada 7 enabler dalam implementasinya.
-  COBIT 5 mendefinisikan model referensi prosesyang baru dengan tambahan domain governance danbeberapa proses baik yang sama sekali baru ataupunmodifikasi proses lama serta mencakup aktifitas organisasisecara end-to-end.
-    DalamCobiT 5 terdapat proses-proses baru yang sebelumnyabelum ada di CobiT 4.1, serta beberapa modifikasi padaproses-proses yang sudah ada sebelumnya di CobiT 4.1.Secara sederhana dapat dikatakan bahwa model referensiproses CobiT 5 ini sebenarnya mengintegrasikan kontenCobiT 4.1, Risk IT dan Val IT. Sehingga proses-proses padaCobiT 5 ini lebih holistik, lengkap dan mencakup aktifitasbisnis dan IT secara end-to-end.

KESIMPULAN
  • COBIT mengatur masalah tujuan yang harus dicapai oleh sebuah organisasi dalam memberikan layanan TI, sedangkan ITIL merupakan best practice cara-cara pengelolaan TI untuk mencapai tujuan organisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa COBIT dan ITIL merupakan dua pendekatan dalam tata kelola TI dan tata kelola layanan teknologi informasi yang saling melengkapi.
  • Secara umum dapat dikatakan bahwa COBIT merupakan sebuah model tata kelola TI yang memberikan sebuah arahan yang lengkap mulai dari sistem mutu, perencanaan, manajemen proyek, keamanan, pengembangan dan pengelolaan layanan. Arahan dari COBIT kemudian didetailkan kembali oleh beberapa model framework sesuai dengan perkembangan keilmuan.


CONTOH KASUS 
Domain  : Pengadaan dan implementasi (Acquirwand implement)
Kasus     : Implementasi COBIT Pada Kerja Praktek di ”PT. TRANSINDO JAYA KOMARA”

PT. Transindo Jaya Komara
KOPERASI LANGIT BIRU yang sebelumnya dikenal dengan PT. Transindo Jaya Komara (PT. TJK) dengan Akte Notaris H. Feby Rubein Hidayat SH No. AHU. 0006152.AH.01.09. Tahun 2011 adalah perusahaan konvensional yang sudah berdiri 2 tahun dan bergerak khusus mengelola daging sapi dan air  mineral.
Saat ini KOPERASI LANGIT BIRU telah memiliki 62 suplayer pemotongan dan pendistribusian daging sapi serta pusat pendistribusian air mineral SAFWA. Adalah Ustad Jaya Komara sebagai Direktur utama memiliki pengalaman 16 Tahun dalam pengelolaan daging sapi. Ustad yang selalu berpenampilan sederhana dan apa adanya ini memiliki visi misi besar untuk kesejahteraan bersama khususnya Umat Islam. Untuk mengembangkan usahanya ini Ustad jaya Komara pada awalnya hanya menggandeng masyarakat sekitar saja untuk ikut serta menikmati keuntungan hasil usaha daging sapinya.
Berawal dari pandanganya terhadap strata kehidupan masyarakat Indonesia dimana yang kaya makin kaya dan yang miskin tetap miskin. Maka tercetuslah ide kreatif untuk pengembangan usahanya dengan mengikutsertakan masyarakat pada umumnya. Pada awalnya hanya diadakan arisan daging untuk masyarakat sekitar saja, yang hasilnya dibagikan tiap lebaran haji baik berupa keuntungan berupa uang dan daging sapi itu sendiri, hal ini sudah dilakukan oleh ustad jaya komara sebelum KOPERASI LANGIT BIRU resmi berdiri.
Berkaitan dengan pertimbangan diatas, perlu adanya suatu metode untuk mengelola IT. Dalam hal ini, metode COBIT perlu diterapkan dalam pengelolaan perusahaan agar pengguna IT sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif serta mencegah atau meminimalisir adanya resiko terhadap penggunaan IT. Dalam hal ini saya mencoba merancang penerapan COBIT pada PT. Transindo Jaya Komara.

Analisis Permasalahan
-      Pada PT. Transindo Jaya Komara sudah memiliki prosedur pengelolaan teknologi informasi yang dijalankan, tetapi faktanya prosedur tersebut tidak sepenuhnya dijalankan, sehingga user biasanya melakukan secara manual.
-       Mengetahui berbagai kendala dalam pengelolaan teknologi informasi yang dijalankan.
-   Perusahaan menginginkan adanya suatu evaluasi tata kelola teknologi informasi untuk peningkatan mutu perusahaan .
-        Pengolahan Data

·         PO 1 Merencanakan rencana strategis IT
Pada PT. Transindo Jaya Komara sudah mengetahui akan rencana strategis TI, meski kenyataannya pelaksanaannya sering diabaikan. Pendokumentasian belum terstruktur dengan jelas. Dan hanya diketahui oleh beberapa pegawai yang berkepentingan saja. Update dari rencana strategis TI merupakan respon dari permintaan pihak perusahaan dan juga berdasarkan perubahan kondisi yang ada. Keputusan-keputusan stategis yang diambil hanya berdasarkan pada masalah yang ada dalam proyek yang dilaksanakan, belum berdasarkan rencana strategis TI yang telah ditetapkan secara konsisten.

Tetapi pada perusahaan ini sudah adanya solusi TI yang dibuat untuk menghadapi masalah yang ada. Penyampaian kepada konsumen juga sudah dilakukan, hanya belum berjalan dengan maksimal. Penyampaian kepada konsumen dilakukan secara online, dengan website yang diberikan perusahaan. Seperti adanya rencana strategis dalam pemanfataan TI pada perusahaan ini yakni :
-          Solusi menyeluruh untuk industri perdagangan dan investasi
-          Solusi TI menyeluruh dengan nilai yang luar biasa
-          Solusi TI menyeluruh dengan kompetensi yang tinggi

·         PO 2 Arsitektur Informasi
Belum semua instansi memiliki sistem informasi dan sistem informasi yang dikembangkan belum terintegrasi.

·         PO 3 Arah Teknologi
Teknologi yang digunakan belum begitu canggih karena sarana dan prasarana belum memadai.

·         PO 4 Organisasi TI dan hubungan
Sudah ada sebuah organisasi yang jelas dan secara khusus menangani bidang IT, tetapi belum bekerja secara maksimal.

·         PO 5 Investasi TI
Belum adanya rancangan anggaran TI yang menyeluruh. Alokasi anggaran yang terbatas.

·         PO6 Komunikasi tujuan dan arah manajemen
Masih lemahnya koordinasi pembagian produk produk. Hal ini menyebabkan koordinasi koperasi kurang efektif dan antrian yang semakin panjang.

·         PO 7 Manage SDM
Penempatan SDM yang tidak tepat dan pembagian tugas yang tidak jelas. Pengelolaan sumber daya yang belum optimal baik di tingkat teknis operasional maupun manajerial.

·         PO 8 Kesesuaian dengan external requirement
Kurangnya kesiapan dalam antisipasi (change of management) baik terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi maupun terhadap tuntutan masyarakat (globalisasi).

·         PO 9 Menilai Resiko TI
Di PT. Transindo Jaya Komara sudah adanya  kebijakan akan manajemen resiko, karena sebagian besar pelaksanaan kegiatan bisnis di Departemen TI di perusahaan ini sudah memanfaatkan teknologi 100 %. Manajemen resiko dilakukan sesuai dengan proses yang telah ditentukan perusahaan, namun belum ada standart khusus untuk mengatur kebijakan manajemen resiko tersebut. Tetapi manajemen resiko pada perusahaan ini belum disosialisasikan kepada seluruh pegawai, jadi hanya pihak terkait atau manager yang mengaturnya dan menjalankannya. Apabila terjadi kesalahan manajer yang memberitahukan secara manual kepada pegawainya.

Proses kelonggaran/mitigasi yang diberikan terhadap resiko proyek, baik proyek baru atau lama semuanya diperiksa oleh manager, tetapi masih belum konsisten karena tidak adanya standart khusus untuk proses tersebut.

·         PO 10 Manajemen Proyek
Pada perusahaan ini, menajemen untuk proyek telah memenuhi kebutuhan user. User disini ialah pegawai, manager, pimpinan dan stakeholders lainnya. Namun, proses pedokumentasian belum berjalan dengan baik serta pengembangan dan penggunaan teknik juga belum dilaksanakan dengan baik. Serta aplikasi dari penerapan management proyek tergantung pada kebijakan dari manager.

·         PO 11 Manajemen kualitas
Kurangnya tenaga ahli yang mampu mengawasi kualitas TI dan rendahnya penghargaan terhadap SDM TI terampil mempengaruhi kualitas sistem dan pengembangan TI.

Kesimpulan Dari Kasus
Metode cobit perlu diterapkan pada PT Transindo Jaya Komara, hal ini berdasarkan atas kelemahan-kelemahan yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya. Dengan diterapkannya metode cobit diharapkan kinerja PT Transindo Jaya Komara dapat lebih baik dan terorganisir sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai dan juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor koperasi, pemegang saham dan pemerintah.


Referensi :

Rabu, 19 April 2017

PENGENALAN ANIMASI & DESAIN GRAFIS (TUGAS 1)

DASAR  ACTIONSCRIPT

   1.       Definisi Actionscript
ActionScript merupakan bahasa scripting yang terdapat di dalam program Flash. Tujuan penggunaan ActionScript ialah untuk mempermudah pembangunan suatu aplikasi atau animasi. Biasanya semakin kompleks animasi pada Flash, maka akan semakin banyak memakan frame. Dengan ActionScript, penggunaan frame tersebut dapat dikurangi, bahkan dapat membuat animasi yang kompleks hanya dengan satu frame saja (Pranowo, 2011: 11). ActionScript juga merupakan sebuah kumpulan dari action, function, event, danevent handler yang memungkinkan untuk dikembangkan oleh para developer untuk membuat Flash movie atau animasi yang lebih kompleks dan lebih interaktif. Selain itu ActionScript juga dapat mengubah kebiasaan linier pada Flash. Sebuah ActionScript dapat menghentikan sebuah movie atau animasi di frame tertentu lalu berulang ke framesebelumnya atau frame mana saja tergantung masukan yang diberikan oleh user(Sunyoto, 2010: 9).

   2.       Fungsi Action Script
Action script memeliki beberapa fungsi atau peran yang dapat membantu dalam merancang situs atau movie Flash, diantara nya :
a. Membuat sistem navigasi situs
   Hal ini berkaitan dengan bagaimana Action Script dapat mengatur user menjelajahi situs atau             program yang telah dibuat. Dengan demikian animasi situs yang telah dibuat tidak hanya menjadi    “film iklan” belaka, kecuali memang dinginkan seperti itu (dalam kasus film kartun menggunakan        Flash).
b. Menambahkan interaktivitas dengan user
   Dengan action Script user dapat berinteraksi dengan setiap elemen di dalam movie Flash, baik itu        tombol movie klip maupun teks.
c. Membuat situs atau Program yang dinamis
d. Membuat Simulasi dan animasi dalam pembelajaran

   3.       Jenis Action Script
ActionScript menjadi 3 jenis berdasarkan letaknya. Jenis-jenis ActionScript tersebut ialah:

a.       FrameScript


FrameScript merupakan ActionScript yang diletakkan pada frame. FrameScript tidak memiliki aturan tertentu dalam penulisannya. Namun yang perlu diperhatikan ialah penulisan FrameScript ini hanya bisa dilakukan di keyframe atau blank keyframe yang terdapat pada timeline. Ciri-ciri keyframe atau blank keyframe yang telah diberikan ActionScript ialah adanya tanda berupa huruf ‘a‘ kecil.

b.      MovieScript
MovieScript merupakan ActionScript yang diletakkan pada movie clip. Aturan penulisansyntax MovieScript ialah sebagai berikut:

onClipEvent(event){
 baris statement atau perintah;
}

Arti syntax movieScript diatas adalah :
·       Kata 'on' menunjukan bahwa perintah ini ditujukan untuk MovieClip tempat diletakannya scriptdan ini merupakan syarat utama untuk Script yang digunakan pada Button.
·   Kata 'event' menunjukan event yang terjadi pada Button tersebut. ada 7 event yang terdapat pada buttonyaitu press, release, rollOver, rollOut, dragOver, dragOut, dan keypress. Meski demikian hanya dua event yang sering digunakan yaitu press dan release.

Ada beberapa jenis event yang dapat digunakan pada MovieScript, antara lain load,enterFrame, unLoad, MouseUp, MouseDown, KeyDown, KeyUp, dan Data.

c.       ActionScript pada Button
Selain dapat diletakkan pada frame dan movie clip, ActionScript dapat pula diletakan pada objek button. Aturan penulisan syntax untuk ActionScript pada button ialah sebagai berikut:

on(event){
                  baris statement atau perintah;
}

Event untuk ActionScript pada button antara lain press, release, rollOver, rollOut,dragOver, dragOut, dan Keypress.

   4.       Action Script dalam Flash
Flash seperti software gado-garo di mana di dalamnya terdapat semua
kelengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari fitur menggambar, ilustrasi,
mewarnai, animasi dan programming. Oleh karena itu Flash Actionscript sangat
unik untuk dipelajari dan yang pasti menyenangkan. Flash Player dengan bahasa ActionScript. Fungsi ini adalah jembatan antara inti/core bahasa ActionScript dan sisanya dari platform. Ini adalah sumber dari banyak keunggulan yang tersedia untuk aplikasi Flash dan sangat penting untuk melengkapi bahasa inti. Meskipun tidak ada ruang di sini untuk menutupi API secara rinci. 

Untuk membuat suatu animasi atau membuat permainan sederhana di Flash,
scripting yang dibutuhkan tidak rumit dibanding dengan bahasa pemrograman
lain. Jarang ada di suatu software dari mulai menggambar, animasi, dan
programming-nya dilakukan di tempat yang sama. Ini yang membuat Flash
sangat menyenangkan untuk siapa saja.
Actionscript di Flash memang pertamanya sangat sulit dimengerti jika
seseorang yang tidak mempunyai dasar atau mengenal Flash. Tetapi jika sudah
mengenalnya, kita tidak bisa lepas dari Actionscript karena sangat
menyenangkan dan dapat membuat pekerjaan jauh lebih mudah dan cepat.

Referensi:

PENGENALAN ANIMASI & DESAIN GRAFIS (TULISAN 3)

PENGANTAR KONSEP GIMP

    1.       Definisi GIMP

GIMP (GNU) Image Manipulation Program atau yang lebih dikenal dengan sebutan GIMP adalah perangkat lunak untuk manipulasi grafik berbasis raster. Sedangkan Unix atau UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer yang diawali dari project Multics (Multiplexed Information and Computing Service) pada tahun 1965 yang dilakukan American Telephone and Telegraph AT&T, General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA). GIMP cocok untuk brbagai tugas manipulasi gambar termasuk  retouching foto, komposisi gambar, konstruksi. Grafik yang dihasilkan oleh GIMP disimpan dengan format XCF dan bisa diekspor ke berbagai format gambar seperti bmp, jpg, gif, pdf, png, svg, tiff, dan masih banyak lagi yang lainnya.

GIMP, adalah aplikasi gratis untuk foto editing yang tidak kalah dengan aplikasi foto editing profesional yang telah ada sebelumnya. Aplikasi ini dinilai cukup baik dan mudah digunakan apalagi untuk yang barusan mengenal maupun yang baru akan belajar, dan membutuhkan aplikasi editing foto secara simpel dan praktis tanpa harus membayar seperti aplikasi pengeditan foto dan desain lainnya.


   2.       Fitur GIMP
Daftar berikut  ini  merupakan ringkasan singkat dari beberapa fitur dan kemampuan GIMP anda:

– Suite yang lengkap termasuk alat – alat melukis brushes, pencil, airbrush, cloning,dll.

– Tile berbasis manajemen memori, sehingga ukuran gambar hanya di batasi oleh ruang disk yang tersedia.

– sub-pixel sampling untuk semua alat- alat untuk high-quality anti-aliasing.

– dukungan penuh Alpha channel  untuk bekerja dengan transparasi.

– Layer dan Channel.

– Prosedur internl database untuk memanggil fungsi – fungsi Gimp dari program eksternal,seperti Script-Fu.

– Kemampuan Advenced scripting.

– Multiple undo/redo (di batasi oleh ruang disk).

– Transformation tools  termasuk rotate, scale, sheare, dan flip.

– Dukungan untuk berbagai macam format file, termasuk GIF, JPEG, PNG, XPM, TIFF, TGA, MPEG, PS, PDF, PCX, BMP dan sebagainya.

– Peralatan selection, termasuk rectangular, elips, free, fuzzy, bezier, dan intelligent scissors
Plung-in yang memungkinkan untuk memudahkn penambahan format file baru dan filter efek baru.


   3.       Manfaat GIMP
·    GIMP menyediakan banyak plugin yang memudahkan kita dalam mengolah image dengan cepat. Maksudnya multi-platform adalah bisa dijalankan di berbagai sistem operasi.

·      GIMP mendukung banyak format gambar, termasuk JPG dan PNG yang sering kita gunakan. Format ini dapat dibuka dihampir semua image editor dan image viewer

·    GIMP memiliki file format sendiri yaitu XCF. Jika perlu, anda juga dapat menggunakan PSD format (format standar Photoshop).

·  GIMP dapat digunakan dengan skrip yang disebut Script-Fu. Kita dapat mengkostumisasi berbagai fungsi/fitur menjadi fungsi baru sehingga mempercepat penggunaan fungsi

·     Penggunaan lebih expert, dengan sifatnya yang source-code GIMP dapat digunakan untuk membuat pengolahan atau render gambar online dengan menggabungkan dengan CGI atau lainnya sehingga memungkinkan kita mengolah gambar secara online.


Referensi :
https://lisanuzimakiers.wordpress.com/definisi-gimp/

Sabtu, 08 April 2017

PENGENALAN ANIMASI & DESAIN GRAFIS (TULISAN 2)

PENGANTAR INKSCAPE

1.1       DEFINISI DAN FUNGSI SOFTWARE INKSCAPE

Inkscape adalah sebuah perangkat lunak editor gambar vektor yang bersifat perangkat lunak bebas dibawah lisensi GNU GPL. Tujuan utama dari Inkscape adalah menjadi perangkat grafik mutakhir yang memenuhi standar XML, SVG, dan CSS. Inkscape bersifat multibahasa, terutama untuk antarmuka dan script rumit, sesuatu yang sering terlewatkan pada sebagian besar editor grafik vektor komersil.

Inkscape adalah aplikasi pengolah gambar vector yang bersifat open source. Program sejenisnya yang terdapat pada windows ialah corel draw. Gambar vector adalah gambar yang dibuat atau dibentuk dari titik, garis, kurva atau bidang dengan hitungan matematis. Antarmuka Inkscape mirip dengan CorelDraw dan program menggambar sejenis. Ada kotak, elips, teks, gambar bitmap danfreehand curve. Menariknya, dalam Inkscape, objek vektor maupun objek bitmap dapat mempunyai transparansi alpha yang dapat diubah-ubah levelnya.


Image result for inkscape logo


Inkscape memperbolehkan banyak file terbuka dalam satu waktu, bisa juga satu file dibuka dalam beberapa window terpisah. Gambar yang dibuat dengan Inkscape dapat dicetak atau diekspor menjadi bitmap PNG.


1.2       BAGIAN-BAGIAN SOFTWARE INKSCAPE

Image result for BAGIAN SOFTWARE inkscape

  • Status bar dapat Anda gunakan untuk melihat status dokumen Inkscape yang sedang Anda buat. Pada Status bar tercantum informasi-informasi seperti warna objek dan  posisi objek bila dilihat pada ukuran di ruler. Status bar dapat juga Anda gunakan untuk zooming (memperbesar- memperkecil) tampilan dokumen.
  • Menu bar berisi menu-menu untuk mengelola dokumen secara umum, seperti File →Save untuk menyimpan dokumen dan File → Print untuk mencetak dokumen.
  •      Control bar, Controls Bar berisi ikon-ikon untuk memodifikasi objek, misalnya memutar dan mengatur ukuran atau tata letak urutan objek.
  • Palette berisi warna-warna yang dapat Anda gunakan untuk mewarnai objek. Bila Anda mengklik objek, kemudian mengklik warna yang Anda inginkan di Palette, maka warna objek tersebut akan berubah.
  • Commands bar berisi ikon-ikon yang merupakan shortcut untuk perintah-perintah  pokok seperti print, open, save, dan sebagainya.
  • Toolbox berisi tool-tool yang sangat berguna dalam proses perencanaan dan  perancangan suatu desain.
  •      Koordinat dan zoom level, Memperbesar atau memperkecil ukuran tampilan dokumen.


Sabtu, 04 Maret 2017

PENGENALAN ANIMASI & DESAIN GRAFIS (TULISAN 1)


 Ø  DEFINISI DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI

Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual. Desain Grafis juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang media untuk menyampaikan informasi, ide, konsep, ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan, foto, ilustrasi dan lain sebagainya. Desain grafis adalah solusi komunikasi yang menjembatani antara pemberi informasi dengan publik, baik secara perseorangan, kelompok, lembaga maupun masyarakat secara luas yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi visual.
Sebagaimana layaknya informasi yang disampaikan menggunakan bahasa lisan (suara) yang dapat disampaikan secara tegas, ceria, keras, lembut, penuh gurauan, formal, dan sebagainya dengan menggunakan gaya bahasa dan volume suara yang sesuai, Desain grafis juga dapat melakukan hal serupa. Kita dapat merasakan sendiri setelah membaca sebuah berita (tulisan), melihat foto atau ilustrasi, melihat permainan warna dan bentuk dari sebuah karya design yang berbentuk publikasi cetak, nuansa yang ditimbulkannya. Apakah informasi itu tegas, formal, bergurau, lembut, anggun, elegan dan sebagainya.

Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi di atas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannya sang pembuat animasi atau yang lebih dikenal dengan animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan alur gerak berdasarkan logika yang tepat akan menghasilkan animasi yang menarik untuk disaksikan.

Ø  DEFINISI PIXEL, RESOLUSI, GARIS DAN KURVA, HUE

Pixel merupakan suatu gambar yang ada di dalam komputer sesungguhnya adalah kumpulan dari ribuan titik yang sangat kecil dan tiap-tiap titik tersebut memiliki warna tertentu. Titik-titik itulah yang disebut pixel. Setiap pixel mempunyai satu warna dan bergabung dengan pixel-pixel lainnya sehingga membentuk suatu pola dan menghasilkan gambar.

Resolusi adalah jumlah pixel per daerahnya disebut dengan resolusi. Resolusi itulah yang menentukan kualitas dari gambar. Jika suatu gambar diperbesar, maka resolusi gambar akan menjadi kecil dan gambar menjadi tidak tajam. Semakin tinggi resolusi gambar, maka akan semakin tinggi kemampuan perbesarannya.

Garis adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan garis atau kurva. Grafik garis banyak digunakan untuk menggambarkan suatu perkembangan atau perubahan dari waktu ke waktu pada sebuah objek yang di teliti. Garfik ini terdiri dari 2 sumbu utama yakni sumbu X dan sumbu Y. Untuk pengunaaanya sumbu X biasanya digunakan untuk menunjukkan waktu pengamatan. Sedangkan sumbu Y digunakan untuk menunjukkan nilai hasil pengamatan pada waktu-waktu tertentu.  Waktu dan hasil pengamatan dikumpulkan dengan titik-titik pada bidang XY.

Hue adalah warna yang dipantulkan dari atau memancarkan melalui suatu obyek. Itu diukur sebagai lokasi pada standard color wheel, yang dinyatakan dalam tingkat antara 00 dan 3600.


Ø  CONTOH SOFTWARE UNTUK MEMBUAT DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI

Berikut ini adalah beberapa software untuk Desain Grafis:
o   Corel Draw
o   Adobe Ilustrator
o   Xara Designer
o   Inkspace
o   Serif DrawPlus
o   Scalable Vector Graphics (SVG) Edit

Dari sisi fungsi penggunaan software animasi dapat dikelompokkan menjadi Software Animasi 2 Dimensi dan Software Animasi 3 Dimensi.

          1.       Software Animasi 2D
Software animasi 2D adalah software yang digunakan untuk membuat animasi tradisional (flat animation), umumnya mempunyai kemampuan untuk menggambar, mengatur gerak, mengatur waktu, beberapa dapat mengimpor suara. Dari sisi penggunaan umumnya tidak sulit. Contoh dari Software Animasi 2D ini antara lain: Macromedia FlashAdobe FlashMacromedia DirectorToonBoom StudioAdobe ImageReadyCorel RaVeSwish Max, dan sebagainya.

2.       Software Animasi 3D
Software animasi 3D mempunyai fasilitas dan kemampuan yang canggih untuk membuat animasi 3 dimensi. Fasilitas dan kemampuan tersebut antara lain, membuat obyek 3D, pengaturan gerak kamera, pemberian efek, import video dan suara, serta masih banyak lagi. Beberapa software animasi 3D mempunyai kemampuan khusus, misalnya untuk animasi figure(manusia), animasi landscape (pemandangan), animasi title (judul), dll. Karena kemampuannya yang canggih, dalam penggunaannya diperlukan pengetahuan yang cukup tinggi dan terkadang rumit. Contoh dari Software Animasi 3D ini antara lain: 3D Studio Max, Maya, Poser (figure animation), Bryce (landscape animation), Vue (landscape animation), Auto Cad, dan sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa software untuk Desain Grafis:
o   Synfig Studio
o   Blender
o   Anime Studio
o   Privot Stickfigure Animator
o   Aurora Animasi 3D Maker
o   AnimatorDV
o   FotoMorph


Referensi: